td pagi terbersit dlm pikiranku ketika lg dijalan (emang ga ada yg busa kukerjakan di jalan selain mengemudi dan ngalamun mikirin banyak hal sih hehehe)
indonesia ini luas, shg ngaturnya susah dan kepadatan jakarta sudah bikin eneng dr mulai jalanan macet, rumah susun makin sumpek sampe rumah2 di pinggir bantaran kali pun jg makin padet.. tak bisa dipungkiri kalo emang jakarta itu center dr mulai ekonomi, politik bahkan sampe kejahatan..
gimana ya seandainya jika mentri dan departemennya tu dibikin pusatnya menyebar di seluruh kawasan indonesia.. misal: departemen pariwisata dan mentrinya stay di manado, dep. kelautan dan mentrinya di nusatenggara, dep. pertambangan dan mentrinya di irian, dsb.. kalo masalahnya ttg komunikasi kan bisa pake teleconfrence dan video call shg bisa hemat biaya drpd harus ongkosin pesawat n hotel.. dengan begitu pasti seluruh kawasan indonesia bisa dimonitor dan pemerataan perlahan2 akan tercipta
jika aku jd presidennya :)
Senin, 28 Desember 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)








2 komentar:
Rimba Raya Republik Indonesia
Sudah lama seorang sejarawan yang pada masa dulu dipinggirkan menggonggong tentang kampung maling. Gonggongan itu terdengar oleh banyak telinga seperti gonggongan anjing jalanan, dekil, kurus, dan kudisan. Jauh dari mampu menakut-nakuti para maling, dan segera tenggelam di gelap gulita malam sebuah rimba raya. Nyaris tak terdengar lagi. Belakangan terdengar ada yang menyalak di dunia atas sana, sepertinya merespons kembali bangkitnya ingatan mereka yang pernah mendengar gonggongan anjing jalanan, dekil, kurus dan kudisan itu. “Bukan kampung maling, bukan pula kampung pencuri,” demikian kurang-lebih lantang suara salakan makhluk itu. Makhluk itu menyalak, begitu lantang dan garang dengan otoritas resmi di tangannya. Memang banyak telinga yang mendengar salakan itu, tapi sekian banyak mata semakin jelas menyaksikan hari demi hari semakin banyak jumlah maling yang tertangkap. Lalu, bisakah telinga mengabaikan mata yang melihat, demi mendengar salakan makhluk resmi itu?
continued ...
who r u? r u afraid of me? so u dont leave ur id? hmm may be
Poskan Komentar