Minggu, 13 Juni 2010

Korsel Bisa Saja Menang Lebih Banyak



Port Elizabeth - Korea Selatan mengayunkan langkah pertamanya di Piala Dunia 2010 dengan sempurna berkat keunggulan 2-0 atas Yunani. Bahkan, Taeguk Warriors bisa saja menang lebih banyak.
Bentrokan perdana Grup B antara Korsel dengan Yunani di Port Elizabeth Stadium, Sabtu (12/6/2010), mutlak menjadi milik Korsel berkat sepasang gol dari Lee Jung-soo dan Park Ji-sung.

"Pertandingan pertama selalu sulit. Tim saya bermain baik karena kami bersiap secara menyeluruh," komentar pelatih Korsel Huh Jung-moo usai laga seperti dikutip Sky Sports.

Korsel memang mendominasi permainan, salah satunya terlihat dari jumlah tembakan mereka ke gawang lawan yang mencapai 18, unggul jauh berbanding dengan enam dari Yunani.
Namun sejumlah peluang para 'Ksatria Taeguk' itu tidak bisa membuahkan gol lebih banyak akibat kekurangtenangan para pemain. Huh pun mengakui situasi itu.

"Jika saja kami bisa lebih tenang, mungkin kami bisa menyarangkan lebih banyak gol," kata Huh tanpa bermaksud menyesalkan hal tersebut.
Kemenangan itu mengangkat posisi Korsel ke puncak klasemen Grup B dengan nilai tiga. Semifinalis Piala Dunia 2010 itu juga menyibak kans lolos ke perdelapanfinal.


PARK JI-SUNG
Sosok Park Ji-sung adalah karakter yang sangat penting di timnas Korea Selatan. Torehan istimewa dibukukan Park dengan selalu mencetak gol di tiga Piala Dunia yang ia ikuti.

Sebagai pemain dengan reputasi dan kemampuan terbaik di kubu Korsel, Park disemati beban tinggi. Apalagi, posisinya sebagai kapten tim membuat ekspektasi itu kian tinggi.
Ekspektasi tinggi itu sanggup dipenuhi Park dalam laga pertama Korsel di Piala Dunia 2010 menghadapi Yunani di Port Elizabeth Stadium, Sabtu (12/6/2010), di mana Korsel unggul 2-0.
Tidak cuma sukses menggalang lini tengah Korsel mendominasi Yunani, gelandang Manchester United itu menutup performa meyakinkannya dengan mencetak gol kedua Korsel di menit 52.
Merebut bola dari penguasaan Loukas Vyntra, Park menggiring bola mendekati gawang Yunani dengan dikawal pemain lawan. Akhirnya, dengan sepakan terukur kaki kiri, pria 29 tahun itu menjebol gawang yang dikiperi Alexandros Tzorvas.
Gol itu membuat Park berhasil menorehkan catatan spesial dengan selalu mencetak gol dalam tiga Piala Dunia, yakni tahun 2002, 2006 dan 2010.

Tahun 2002, saat Piala Dunia digelar di tanahnya sendiri, Park menyarangkan satu gol yang ia ceploskan ke gawang Portugal di fase grup. Gol itu menjadi gol tunggal kemenangan Taeguk Warriors.
Empat tahun kemudian, Park juga mencetak satu gol; kali ini dilesakkan oleh mantan PSV Eindhoven itu ke gawang Prancis dalam partai penyisihan grup yang berkesudahan 1-1.
Kembali ke masa sekarang, Park menjelma menjadi motor utama permainan Korsel. Namun pemain berjuluk 'Three Lung Park' itu memilih merendah dan menyanjung kerja keras rekan-rekan setimnya.
"Ini adalah gol ketiga saya di Piala Dunia dan membuat saya sangat terhormat. Tapi semua ini adalah berkat kerja keras dari tim sehingga kami menang," girang Park di Sky Sports.
Park akan kembali jadi tumpuan Korsel saat mengarungi dua laga tersisa Grup B menghadapi Argentina dan Nigeria. Tak cuma bisa membawa Korsel lolos ke fase berikut, Park juga bisa� melampaui rekor pribadinya mencetak lebih dari satu gol di Piala Dunia.

0 komentar: